Banjir dan Resiliensi Jalanan

Tujuh tahun silam saya menuliskan kisah banjir di Jakarta dan dimulai dari hari Senin, 9 Februari 2015  kembali hantu eh jin eh bayangan eh kenyataan banjir menghadang para pencari nafkah di Jakarta Raya. Presiden RI dan Gubernur DKI Jakarta lagi-lagi menjadi tertuding terdakwa tertuduh tersangka tumpuan tempat segala sumpah serapah, dengan tak lupa membawa-bawa kisah di balik Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden tahun 2014. mbok ya do lanjut alias move on tho kisanaaaakk…

Saat menyaksikan berbagai jenis kendaraan bermotor melaju menembus genangan air banjir, saya menangkap resiliensi pengguna jalan raya di Jakarta. Ketika satu lajur jalan tergenang, maka kendaraan bermotor akan berjalan tertatih sembari menjejak-jejakkan ban ke sisi jalan dengan genangan yang terdangkal. Jika satu dari dua lajur jalan yang biasanya berlawanan arah tidak dapat dilalui, maka kendaraan bermotor akan melaju melawan arah, dan kendaraan yang memiliki hak untuk berjalan pada lajur arah tertentu itu biasanya mengalah, berjalan lebih ke tepi kiri. Satu dua metromini atau angkutan kota bersikukuh siiih …

 Resiliensi – kemampuan untuk beradaptasi dan tetap teguh dalam situasi sulit (katanya sih dari K Reiviech dan A Shatté – The Resilience Factor / 2002) – para penglajo di Jakarta  dikala banjir, pada gilirannya terbantu oleh wujud resiliensi para petahana krisis hidup di sekitarnya. Kemunculan ojek payung, gerobak yang siap melansir motor menerobos air bah,   bis kota yang gagah  berani menerjang banjir  ,  mengerucut pada modal sosial yang membuat saya , bagaimanapun juga, patut berbangga menjadi bangsa Indonesia, sebuah komunitas imajiner yang menjadi produk dari kapitalisme modern. Hampir semua aktivitas di jalanan yang banjir itu pada dasarnya dalam rangka mencapai tujuan ekonomi dan politik kan?

Nuwun…

Posted in otjehan sagala matjem | Leave a comment

Peng engkau an

Ketika mengetikkan kata ‘pengengkauan’ dan ‘mengengkaukan’ di mesin pencari Google, hanya beberapa situs saja yang bisa ditelususi menggunakan kata dimaksud. Untuk pengengkauan, malah hanya tertulis bahwa pernah ditulis di situs masliliks.wordpress.com – alias saya sendiri yang nulis.
Maksud yang hendak saya dapat dari kata pengengkauan adalah padanan untuk ‘othering’, sebuah konsep yang sering bersanding dengan ‘essentialism’. Konsep ‘othering’ yang  erat berkaitan dengan study post-colonialism.
Mari melompat dulu. Ketiadaan kata ‘pengengkauan’ di bahasa Indonesia sebenarnya melegakan, karena bisa jadi bahasa Indonesia (atau Melayu) tidak memiliki konsep ‘othering’. Dengan demikian, ketiadaan konsep ‘othering’ memungkinkan manusia yang mendiami Nusantara untuk menerima, menelaah, menolak, melaksanakan, mengubah, menyerap segala macam tatanan, tontonan, tuntunan dari berbagai penjuru dunia.

Posted in otjehan sagala matjem | Leave a comment

Membuat USB Installer OS X Yosemite

Seusai mengunduh OS X 10.10 Yosemite melalui App Store, saya takut akan kehilangan dirimu installer berukuran sekitar 5,6GB tersebut – mengingat tidak setiap saat di Indonesia ini bisa mengunduh file berukuran 5GB secara mantap. Maka, saya membuat backup installer dengan beberapa  langkah mudah. Cara ini konon hanya bisa dilakukan di OS X 10.7 – OS X 10.9. Saya sediakan terlebih dahulu sebuah USB Flash Drive berukuran 8GB, kemudian  sebagai berikut:

1. Memasang UFD ke Mac tempat mengunduh OS X 10.10 dan melalui Finder, saya ubah nama UFD menjadi 10 (bisa sembarang sih sebenarnya). Catatan : semua isi dalam UFD bernama 10 akan dihapus.

2. Membuka Terminal, kemudian pada saat tanda $ sudah aktif, saya cukup menyalin dan meletakkan perintah berikut dilanjutkan dengan menekan tombol Enter

$sudo /Applications/Install\ OS\ X\ Yosemite.app/Contents/Resources/createinstallmedia –volume /Volumes/10 –applicationpath /Applications/Install\ OS\ X\ Yosemite.app –nointeraction

3. Masukkan password administrator jika diminta. Jika tidak diminta, seharusnya segera buat user administrator yang berpassword :D

4. Akan muncul keterangan: Erasing Disk: 0%… 10 percent…20 percent… dst. Lalu copying the installer files, making the disk bootable, and copying boot files.

5. Tunggu sampai ada kalimat:  Copy Complete. Done.

proses persalinan

proses persalinan

6. Seharusnya, di desktop akan muncul icon UFD dengan nama Install OS X Yosemite.

hasil

Demikian  cara yang saya gunakan dengan mencontoh mentah-mentah artikel di http://www.macworld.com/article/2367748/how-to-make-a-bootable-os-x-10-10-yosemite-install-drive.html. Perlu di ingat, saya tidak bertanggungjawab atas apapun yang akan terjadi di mac anda jika anda menggunakan cara-cara yang tidak bertanggungjawab seperti yang tertera pada artikel ini. Adalah kewajiban anda secara personal untuk menjaga dan mempertahankan segala data yang berada dalam genggaman anda.

Posted in otjehan sagala matjem, tricks | Tagged | Leave a comment

Welcome aboard, Mr. President

Terima kasih, Pak Presiden & Wakil Presiden

Terima kasih Pak Presiden SBY

Thank you Pak  SBY

Pak Boed

Selamat bertugas, Pak Presiden

Welcome aboard, Mr. President

Welcome aboard, Mr. President

source

source

Posted in otjehan sagala matjem | Tagged , | Leave a comment

6×4 dan Pemilihan Kepala Daerah

Ada dua topik yang sedang mencuat seminggu  menjelang Idul Adha 1435 H atau bertepatan dengan Minggu ketiga September 2014 M. Pengesahan Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah menjadi hadiah terindah untuk bangsa Indonesia pada  Jumat dinihari tanggal 26 September 2014, setelah beberapa hari sebelumnya bangsa Indonesia disibukkan dengan soal perkalian untuk anak yang sedang duduk di bangku Sekolah Dasar – yaitu perkalian 6×4.

6x4 atau 4x6

sumber : https://www.facebook.com/muflihagusahmadigemolong?fref=ufi

Perbedaan antara pemilihan kepala daerah secara langsung maupun tidak langsung, memiliki kesamaan dengan kasus soal matematika 6×4 tersebut. Ini adalah masalah Logis dan Rasional.

Secara logika, 4×6 = 4+4+4+4+4+4. Bilangan empat ada enam buah, yang ketika dijumlahkan maka hasilnya sama dengan enam belas dua puluh empat. Jika ada enam buah piring yang masing-masing berisi empat buah jeruk maka jumlah seluruh jeruk ada dua puluh empat. 6×4 = 6+6+6+6. Jika ada empat piring berisi jeruk masing-masing enam buah, maka kita akan mengatakan bahwa ada dua puluh empat buah jeruk. Jumlah total jeruk dalam piring jadi tidak bermakna ketika tidak disodorkan dalam konteks sajian terhadap tamu.

Sebagaimana anda lihat pada foto yang dibikin oleh rekan saya di ngGemolong ini, seorang Gubernur dipilih oleh DPRD itu sama saja jumlahnya dengan Gubernur yang dipilih oleh rakyat secara langsung. Logis.

Namun sebagaimana foto 4×6 ketika dicetak ukuran 6×4 akan jadi ndoyong, irrasional, begitu pula ketika ada 42 Rancangan Undang-undang yang menunggu untuk disahkan sebelum masa jabatan anggauta DPR RI periode 2009-2014 berakhir, satu UU tentang Pilkada yang langsung mak jegagik disahkan. Lolos. Lulus. Gol. Mari kita membahas pengesahan RUU Pilkada dengan analogi piring berisi jeruk.

Apakah empat piring berisi enam jeruk sama harga, mutu, dan atau kegunaanya  dengan enam piring berisi empat jeruk?

Apakah anda memutuskan akan menyajikan enam piring berisi empat jeruk jika ada tiga orang tamu?

Apakah kebutuhan bangsa Indonesia bisa dipenuhi dengan pemilihan gubernur secara langsung ataukah akan terpuaskan dengan dipilihkan oleh anggauta DPRD? Penulis sedang menelaah isi dari naskah akademik untuk mencoba menarik garis ke belakang tentang apa-apa yang bisa dijadikan alasan kenapa bangsa Indonesia sampai harus menerima jeruk ini.

Yang jelas, mohon maaf untuk masalah Penyiaran ,Perjanjian Internasional,  Pertanahan, Mahkamah Agung,  Kejaksaan RI, KUHP,KUHAP,Peternakan dan Kesehatan Hewan, Jalan, Jaminan Produk Halal,Pengelolaan Keuangan Haji,Tenaga Kesehatan, Keperawatan, Pengurusan Piutang Negara dan Daerah,Usaha Perasuransian, Jaring Pengaman Sistem Keuangan, Keamanan Nasional, Pengawasan Sediaan Farmasi, Alat kesehatan, dan perbekalan kesehatan rumah tangga, Percepatan Pembangunan Daerah Kepulauan, Perlindungan Pekerja Indonesia di luar negeri,Pemerintah Daerah,Tabungan Perumahan Rakyat,Pengakuan dan Perlindungan Hak-hak Masyarakat Adat, Kepalangmerahan,Perubahan Harga Rupiah, Keuangan Negara, Advokat,Hak Cipta,Administrasi Pemerintahan,Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah,Hukum Disiplin Militer, Pencarian dan Pertolongan, Larangan Minuman Beralkohol,Sistem Perbukuan Nasional, Pengelolaan Ibadah Haji dan Umrah, Kebudayaan, Perkebunan, Konservasi Tanah dan Air,Radio Televisi RI dan tidak lupa tentang Perlindungan Anak; semua harus menyingkir terlebih dahulu.

referensi:

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/09/23/nccv22-garagara-6×4-dan-4×6-profesor-itb-berdebat-dengan-profesor-ui

http://nasional.kompas.com/read/2014/09/26/14525891/Presiden.SBY.Mengaku.Berat.Tanda.Tangani.UU.Pilkada

Posted in otjehan sagala matjem | Leave a comment

Yang ditunggu-tunggu di WP

 

WP? Wajib Pajak? bukaaan. tapi Windows Phone. Coba buka Internet Explorer, lalu buka artikel.
wp_ss_20140827_0001

 

klik tanda buku itu, nah jadinya seperti ini:

 

 

wp_ss_20140827_0002

Namanya sih reading mode. Hanya di WP 8.1 :D

Posted in otjehan sagala matjem, tricks | Tagged , | Leave a comment

Salah paham lampu sein

Sekian lama terbiasa melakukan perjalanan baik dekat maupun jauh dengan mengendarai mobil atau sepeda motor, mungkin saja kita menganggap diri kita sudah mahir dan cenderung mengabaikan  hal-hal mendasar. Misalnya, menginjak pedal / menarik tuas akselerator (jawa: gas)  pastinya sudah masuk dalam gerak bawah sadar tatkala kita berkendara. Demikian pula dengan menyalakan lampu sein atau turn signal atau richting.

Lampu sein sesungguhnya mempunyai fungsi untuk menandakan bahwa kendaraan bermotor akan berpindah arah / jalur. Jadi bisa digunakan saat berbelok, pindah lajur di jalan raya, atau hendak mendahului kendaraan yang ada di depannya. Nah, disinilah  seringnya terjadi kesalahpahaman bagi yang tidak memahami sepenuhnya tentang penggunaan lampu sein.

Yang sering terjadi adalah, mobil atau sepeda motor  menyalakan lampu sein tepat saat mereka berbelok. Seharusnya, lampu sein dinyalakan untuk memberi sinyal kepada pengguna jalan bahwa kendaraan kita akan berbelok, pindah lajur atau melambat untuk berhenti. Kata kuncinya adalah ‘akan’ atau ‘hendak’, bukan ‘saat’ atau ‘sudah’ berbelok/pindah lajur. Nanti kalau sudah selesai pindah lajur atau sudah lurus lagi, lampu sein semestinya langsung dimatikan. Beberapa produsen mobil/motor sudah menerapkan hal semacam ini.

Nah gitu ya, jadi guys/gals, next time nyupir atau motoran jangan lupa yaaa, lampu sein dinyalakan jauh-jauh menit dari kamu pindah lajur/belok/nyalip. jangan maen hape/bb/android mulu yaa kalo nyetirr..

catatan nyempil: jaman semana dulu, di Semarang, kalo lampu riting di kendaraan kita masih nyala padahal ndak belok-belok, biasanya ada aja sesama pengendara di jalan raya yang akan menegur dan kasih tanda untuk mematikan lampu sein kita.

Posted in otjehan sagala matjem | Tagged , | 2 Comments