iPhone di tangan boss Lucky Sebastian

iphone

image courtesy of apple.com

tulisan mengenai iPhone, wah bejibuunn.. tapi yang tulisan anak negeri dan pemegang tangan pertama, nhaa itu yang langka. meski iPhone lum bisa dipake di Indonesia, tidak ada salahnya doong kita liat apa sih yang membuatnya berbeda.

nah, setelah berkorespondensi dengan reviewer dan diperkenankan untuk menyalin pandangan dan perasaan beliau, inilah hasil review dari beliau.. sebenernya sih akan ditarungkan antara iPhone dangan HTC-Touch tapi ternyata…. liat saja sendiri 😀

semua tulisan disalin apa adanya tanpa ada perubahan yang berarti …

————————————–

Hai guys, Apa kabar.

Lama ngga bikin cerita weekend nih.

Kali ini mau cerita sambil nebar ratjun ah.

Bosen cerita BB? kita cerita yg lagi rame deh iphone dan htc touch. Klo mau liat real barangnya ini alamat nya : http://gadtorader.multiply.com/photos/album/27

Beberapa hari yang lalu, kebetulan ada iphone nyelonong ke warung Gadtorade, ah ada saja waktu mujur. Trus di test deh beberapa menit. Nah di foto itu keliatan ukuran real antara iphone dan blackberry huron 8800.

Untuk berat, cukup mantap nih iphone, body bagus ngga kacangan:-) Mau ngebuktiin seperti yg dilihat di cuplikan video youtube, mulai deh di testing.Apple ini memang kayaknya klo bikin barang tuh seperti arsitek minimalis, ngga suka yg rame hiasan, mau kelihatan elegan.

Klo kaya org, dah tampang ganteng, tapi ada isi gitu, ngga usah repot2 pake baju aneh2 atau tato dan di anting, cewe dah pada ngelirik, wakkakaka. (Sorry ya buat yg di anting dan di tatto, kalian mah dah ganteng, di anting dan di tatto tambah ganteng:-)

Pertama dinyalain, tampil deh menu2 yang udah ditiru sama pda laen lewat theme iphone, cakep, setelah sebelumnya buka kuncinya yg di slider dari kiri ke kanan (yg sudah di tiru pula di ppc) Sentuh dengan jari, langsung kebuka multimedia.

Emang mungkin, mp3 tuh udah seabreg-abreg model, dari kelas ipod sampe made in china tiruan ipod(iphone dan ipod juga made in china hehe), dari sony sampe creative zen. Suaranya mp3 lain mungkin ngga kalah, tapi ketika kita setel music, dan terpampang full screen gambar artis penyanyinya di iphone, rasanya beda bgt…. (Saya punya ipod video, yg sama nampilin artis album waktu setel music, tapi asli beda bgt rasanya kalau visualnya ipod video kecil, iphone full screen)

Nih yg ngasih liat iphone, kayaknya penggemar musik2 rap atau street music ala afroamerican (ngga boleh sebut negro coy, pelecehan-lihat deh di gambarnya multiply, kereen kan) , langsung deh musiknya nendang…nendang, suara iphone boleh dibilang bagus menggunaka built in speakernya.

Trus saya ganti coba setel video klipnya britney spears, wah makin tob rasanya. Then, saya berpikir kenapa rasanya beda ya? Bukankah pda saya juga bisa nampilin video klip bagus? Bukannya archos dkk juga bisa? Mungkin analoginya gini:

Saya punya tv 29 inci di rumah, tv crt flat. Tapi tiap jalan2 ke mall , liat tv lcd atau plasma, saya lihat kok ini tv lebih hidup ya. (Jadi pengen punya hikkkk… Sperti boss di sby yg pake 37inch sharp)

Memang mungkin teknologi gambarnya lebih baik tv lcd atau plasma ini, tapi akhirnya saya ambil kesimpulan kenapa tv lcd ini kelihatan lebih bagus? Karena masalah desain, terutama.

Hampir dari ujung ke ujung adalah layarnya, hanya tersedia sisa bbrp centimeter untuk frame yg licin dan berwarna hitam gelap senada dengan layar. Hampir semua tombol2 pengaturan tidak diletakkan di depan, atau kalau didepan, digunakan warna senada yg saru. Jadi kalau memandang, fokus kita hanya pada gambar saja, dan membuat kita “menerima” tampilan image full screen. Bayangkan kalau jeroan tv lcd itu saya letakkan di tv jadul engkong saya, yang bentuknya kaya lemari kayu, dan ada pintu kayu geser sebagai penutup layarnya, dengan tombol cetak cetek besar dan knob putar untuk pilih siaran tv 🙂 Walaupun teknologi masa kini, tetap tidak akan seindah kalau lcd itu tampil seperti apa adanya dengan frame hitam bening.

Nah hal yg sama terjadi pada iphone. Bagian depannya flat dan sisa frame tersisa berwarna hitam saru dengan layar. Jadi sudah tampilan layarnya cakep, kesannya full screen, rasanya ini memang desain yg matang.

Kemudian saya klik satu tombol lingkaran dibawah, untuk kembali ke menu lain, dan saya pilih foto. Benar, dengan gesture atau gerakan tertentu jari, gambar itu betapa mudah saja di zoom, diputar, zoom in, zoom out. Untuk memperbesar gambar saya hanya meletakkan jwmpol dan telunjuk dan membuat gerakan melebar, dan tiba2 gambar membesar di zoom in. (Dalam hati saya bilang, insinyur apple ini dapat ide darimana ya? Kenapa hal sesimpel ini tidak terpikirkan? Bukannya kita pada device lain harus pilih sebuah icon untuk memperbesar gambar, dan itupun masih harus melakukan pergeseran gambar, supaya pas di bagian mana yg kita mau lihat.Bahkan pada bbrp device membutuhkan sebuah hardware tombol untuk melakukan tugas ini. Tapi iphone hanya letakkan 2jari dibagian yg mau di zoom dan gerakkan jari, hebat)

Membuka, memperbesar dan memutar gambar boleh dikata tidak ada jeda. (Jeda ini dibaca: gambar tabung pasir yg berputar putar, atau kincir warna yg kita sering lihat di pda berbasis mikocok, atau pada palm dengan pesan: please wait…..:-)

Begitu juga untuk akses bbrp menu lain, sangat responsif (tapi bisa juga karena masih belum banyak program).

Jadi intinya, sampe di sini, untuk sebuah multimedia player wah tob banget deh ini iphone, memberikan sentuhan baru pada sebuah gadget.

tulis

Skarang kita masuk ke menu yg bisa bikin kita jengkel : mengetik.

-pendahuluan-

Saya melihat, gadgets yg memposisikan diri sebagai gadgets untuk pekerjaan banyak mengetik (seperti yg saya lakukan skarang ini dalam buat cerita) terbaik adalah menggunakan real keyboard/thumb keyboard. Karena menjadi penting ketika urusannya email, chatting, kemudahan mengetik harus ada. Memang beberapa orang menguasai cara handwriting recognation dengan sangat baik, tapi mengetik email panjang? Bisa kaya jaman di sd dihukum guru nulis berulang ulang: “saya tidak akan mengulangi lagi memanggil bu guru gendut”. Capee deh….

Adapula yg menguasai mengetik dengan virtual keyboard/ keyboard on screen dengan cepat. Tapi rasanya akan puyeng juga kalau harus mengetik lama2 karena koordinasi mata ke layar. Jadi pendapat saya, thumb keyboard adalah pilihan terbaik untuk sebuah gadget ukuran kecil.

Nah, pada demo di youtube, kelihatan kirim sms di iphone / email seakan mudah, tapi kenyatannya : wekssss. Walau keyboard onscreen nya termasuk besar, hampir 3 kali ukuran onscreen kboard di pda pada umumnya, tapi men-tap masing2 huruf dengan jari adalah pekerjaan yg boleh dibilang melelahkan.

Akurasinya lumayan tepat huruf perhuruf, jika kita menggunakan jari telunjuk, 80 persen benar, sisanya meleset ke huruf tetangganya. Tapi ketika anda mau mengetik cepat menggunakan 2 buah ibu jari kiri kanan, disaster, salah mulu 🙂

Jadi berpikir, pasti insinyur desainernya serba salah waktu mendesain iphone ini, mereka pasti tahu klo mau memposisikan iphone sbg gadget untuk email juga. Kalau ditambah keyboard slide, jadi tebal, ngga bisa gembar gembor tipis lagi. Kalau ditambah keyboard kaya bb atau treo, bisa rusak tampilan. Akhirnya dipilihlah demi bentuk, keyboard lupakan saja hahahha. Kayak anak sma, pacar yg penting cakep, soal otaknya ada isi apa kaga, trampil apa kaga, itu soal ke 2 hahhaha.

Klo soal ketepatan keyboard ini, saya akan cerita di cerita selanjutnya soal htc touch, klo soal presisi, iphone harus belajar sama htc touch.

Walau iphone yg saya pegang masih terikat dangan provider at&t, jadi kita tidak bisa coba fasilitas phonenya, Tapi kita bisa mencoba wifi. Menu wifi sangat simpel, boleh dikata juga keseluruhan menu2 iphone ini juga simple.

Sesudah on tinggal jreng pilih hotspot mana dan jalankan internetnya. Akhirnya semua gadgets bagus harus kembali ke satu pemahaman, bagus itu harus powerfull, tapi mudah digunakan. Coba deh kalau menu2 itu terlalu banyak sub menu, puyeng dan susah nyarinya.

Nah iphone ini rasanya menunya simple, banyak org akan suka. Tinggal perbaikan di masalah utama, cara ketik, kemudian 3rd party software yg mudah dicari, dan telepon yg bagus, soalnya kata beberapa reviewer, iphone adalah the best ipod, but horible phone.

Sorry ngga bisa kasih cerita lebih dalem lagi soal iphone, soalnya hanya nyoba bbrp menit hehe dan kembalikan ke yg punya.

Skarang mau cerita HTC Touch !

htc vs iphone

image courtesy of mr. lucky
Tapi nanti disambung deh sama cerita ini, klo blum ngantuk Skarang nikmati iphone saja dulu:-)

Have a nice weekend

Salam,

Lucky -penjaga warung-

Sent from my BlackBerry® wireless device

———————————————-

oiya, kalo blum ada yang kenal ma pak boss lucky, beliau bisa ditemuin di

BEC – LU (ground floor) H – 15

Jl. Purnawarman 13-15
Bandung 40117

demikian… trima kasih pak boss lucky karna sudah merelaken thread nya di copy paste hehehe

This entry was posted in misc.. Bookmark the permalink.

One Response to iPhone di tangan boss Lucky Sebastian

  1. nyeTRUM says:

    Huahaha, iso-iso wae PakDhe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s