memahami luar diri

sekeliling menjadi terasa asing tatkala kuberada diatas laju dua roda. apa sih yang ada daalam benak sopir bajaj yang barusan bermanuver di depan ku? apa yang sedang disenandungkan supir 03 yang berjalan pelan tadi?

yak, sekali lagi terasa bahwa untuk memahami interaksi pengguna jalan, kendaraan pribadi memang jadi faktor penghambat. mengapa? iya, karena mengendarai motor atau berada dalam mobil pribadi,orang menjadi entitas di dalam entitas (kalo kata muflih, pksi di dalam pksi atau bkf di dalam bkf)

akibatnya, tak jarang ketika terjadi persinggungan kepentingan antara pengguna jalan sebagai akibat konflik, srempetan misalnya, maka yang muncul bukan toleransi sesama pengguna jalan, namun pertentangan antara satu negara (kendaraan bermotor) dengan negara ( kendaraan bermotor) yang lain. ya udah, carut marut dah…

This entry was posted in otjehan sagala matjem. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s