Tergesa dan kebiasaan

selama ini aku berpendapat bahwa pengemudi yang menerobos lampu lalu lintas / bangjo mungkin beralasan karena tergesa/terburu/takut telat dll. khususnya di njakarta ini yang orangnya kebanyakan selalu sok sibuk dan kekurangan waktu

tapi pada waktu liburan waisyak kemaren, 20 mei 2008, pendapatku musti dikoreksi. mulai dari lampu lalu lintas jalan pramuka jakarta timur sampe ke perempatan arion rawamangun yang legendaris itu, sama saja. terutama pengendara motor tu. lampu lalin masih merah, tetep aja jalan..

penerabasan lampu lalu lintas bukan karena faktor2 diluar manusia itu. tetapi memang kebiasaan. habit. hobi. kesenangan. klangenan.

This entry was posted in otjehan sagala matjem. Bookmark the permalink.

3 Responses to Tergesa dan kebiasaan

  1. Tedy says:

    juga membuktikan kalau nyali orang-orang Indonesia besar-besar. gak takut ketabrak, gak takut ditilang, gak takut nabrak orang lain juga…..

  2. masliliks says:

    tilang? itu kan merk burung ya…

    gitu kali pikir mereka mas =))

  3. permatamerahputih says:

    Kesenangan yang menyusahkan, hee… 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s