3 thoughts on “Sepur Satu”

  1. soal kesel memang mas
    hanya kalo kita liat ternyata yg jaga wong tuwek yg digaji mungkin dibawah umr karena status udah pensiun…

    dia mau tutup pas waktu takut kalah berani nyetop bus2 yg gede2 yg main sodok sana sini maklum peralatan hanya sebatang bambu dengan bendera merah yg sudah kumal dan soeekkk…

    namun kalo udah kecelakaan dia yg dianggap paling bertangguung jawab dan duduk di kursi palling depan menghadap pak hakim

    yg ideal sih dibuatin jalan layang…

    tapi kali jalan layang berapa lagi kebocoran uang negara ini ahhh
    serba susah yaah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s