sate

“papa, nanti beli sate dong!”

itu adalah ucapan putri pertamaku, via (2th), saat meneleponku siang ini. awalnya aku menduga kalimat itu adalah hasil bisikan sang mama. namun ternyata ndak, sodara-sodara. kalimat itu asli, tanpa rekayasa !

kak via, demikian panggilan sayang putriku ini, sekarang juga suka berceloteh dan bercerita meski tak runtut. lebih takjub lagi, aku dan istriku juga sering melihat kak via mengajak adiknya yang baru berusia 2 bulan bercanda, mengobrol, kadang juga membacakan buku cerita yang ia sendiripun belum bisa membacanya (nah loh)…

tentang bagaimana sayangnya via kepada adiknya, ada suatu cerita tersendiri. pernah pada satu hari, saat aku dan istriku sholat, dedek rewel dan merengek2. saat itu kak via juga baru bangun tidur.
kami berujar pada kak via, ‘kak, adeknya dinyanyiin yaa, biar ga nangis”, dan berselang kemudian, sambil tangannya yang mungil mengusap2 kepala dedek, kak via bersenandung ‘oh ibu dan ayah selamat pagi, kupergi sekolah…” dst. subhanallah, alhamdulillah. anakku udah besar ya πŸ˜€

oh ya, tentang sate. sate ayam yang mangkal di seberang Acehardware Jalan Pemuda Jakarta Timur ini lumayan juga ya. setusuknya Rp1,000. tapi beli berapapun (minimal seporsi/10 tusuk), lontongnya ndak diitung lagi loh.. hehehe πŸ˜€

This entry was posted in otjehan sagala matjem. Bookmark the permalink.

One Response to sate

  1. susiloharjo says:

    Aku juga ga sabar melihat perkembangan si kecil yasmine πŸ™‚ setiap hari pas ditelepon isinya ocehan ocehan ngga jelas yang lucu πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s