6×4 dan Pemilihan Kepala Daerah

Ada dua topik yang sedang mencuat seminggu  menjelang Idul Adha 1435 H atau bertepatan dengan Minggu ketiga September 2014 M. Pengesahan Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah menjadi hadiah terindah untuk bangsa Indonesia pada  Jumat dinihari tanggal 26 September 2014, setelah beberapa hari sebelumnya bangsa Indonesia disibukkan dengan soal perkalian untuk anak yang sedang duduk di bangku Sekolah Dasar – yaitu perkalian 6×4.

6x4 atau 4x6

sumber : https://www.facebook.com/muflihagusahmadigemolong?fref=ufi

Perbedaan antara pemilihan kepala daerah secara langsung maupun tidak langsung, memiliki kesamaan dengan kasus soal matematika 6×4 tersebut. Ini adalah masalah Logis dan Rasional.

Secara logika, 4×6 = 4+4+4+4+4+4. Bilangan empat ada enam buah, yang ketika dijumlahkan maka hasilnya sama dengan enam belas dua puluh empat. Jika ada enam buah piring yang masing-masing berisi empat buah jeruk maka jumlah seluruh jeruk ada dua puluh empat. 6×4 = 6+6+6+6. Jika ada empat piring berisi jeruk masing-masing enam buah, maka kita akan mengatakan bahwa ada dua puluh empat buah jeruk. Jumlah total jeruk dalam piring jadi tidak bermakna ketika tidak disodorkan dalam konteks sajian terhadap tamu.

Sebagaimana anda lihat pada foto yang dibikin oleh rekan saya di ngGemolong ini, seorang Gubernur dipilih oleh DPRD itu sama saja jumlahnya dengan Gubernur yang dipilih oleh rakyat secara langsung. Logis.

Namun sebagaimana foto 4×6 ketika dicetak ukuran 6×4 akan jadi ndoyong, irrasional, begitu pula ketika ada 42 Rancangan Undang-undang yang menunggu untuk disahkan sebelum masa jabatan anggauta DPR RI periode 2009-2014 berakhir, satu UU tentang Pilkada yang langsung mak jegagik disahkan. Lolos. Lulus. Gol. Mari kita membahas pengesahan RUU Pilkada dengan analogi piring berisi jeruk.

Apakah empat piring berisi enam jeruk sama harga, mutu, dan atau kegunaanya  dengan enam piring berisi empat jeruk?

Apakah anda memutuskan akan menyajikan enam piring berisi empat jeruk jika ada tiga orang tamu?

Apakah kebutuhan bangsa Indonesia bisa dipenuhi dengan pemilihan gubernur secara langsung ataukah akan terpuaskan dengan dipilihkan oleh anggauta DPRD? Penulis sedang menelaah isi dari naskah akademik untuk mencoba menarik garis ke belakang tentang apa-apa yang bisa dijadikan alasan kenapa bangsa Indonesia sampai harus menerima jeruk ini.

Yang jelas, mohon maaf untuk masalah Penyiaran ,Perjanjian Internasional,  Pertanahan, Mahkamah Agung,  Kejaksaan RI, KUHP,KUHAP,Peternakan dan Kesehatan Hewan, Jalan, Jaminan Produk Halal,Pengelolaan Keuangan Haji,Tenaga Kesehatan, Keperawatan, Pengurusan Piutang Negara dan Daerah,Usaha Perasuransian, Jaring Pengaman Sistem Keuangan, Keamanan Nasional, Pengawasan Sediaan Farmasi, Alat kesehatan, dan perbekalan kesehatan rumah tangga, Percepatan Pembangunan Daerah Kepulauan, Perlindungan Pekerja Indonesia di luar negeri,Pemerintah Daerah,Tabungan Perumahan Rakyat,Pengakuan dan Perlindungan Hak-hak Masyarakat Adat, Kepalangmerahan,Perubahan Harga Rupiah, Keuangan Negara, Advokat,Hak Cipta,Administrasi Pemerintahan,Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah,Hukum Disiplin Militer, Pencarian dan Pertolongan, Larangan Minuman Beralkohol,Sistem Perbukuan Nasional, Pengelolaan Ibadah Haji dan Umrah, Kebudayaan, Perkebunan, Konservasi Tanah dan Air,Radio Televisi RI dan tidak lupa tentang Perlindungan Anak; semua harus menyingkir terlebih dahulu.

referensi:

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/09/23/nccv22-garagara-6×4-dan-4×6-profesor-itb-berdebat-dengan-profesor-ui

http://nasional.kompas.com/read/2014/09/26/14525891/Presiden.SBY.Mengaku.Berat.Tanda.Tangani.UU.Pilkada

This entry was posted in otjehan sagala matjem. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s