tentang ledeng umum dan olshop

Jaman kecil, kampung ku punya  gerakan One RW One langgar  (jw: musholla). Satu rukun warga dengan beberapa RT hanya punya satu musholla. Satu kelurahan yang wilayahnya dipisahkan jalan raya Semarang-Solo sepertinya hanya punya 2 masjid. Sebelah timur jalan, masjidnya NU dengan ciri khas sholat tarawih 21 rakaat. Sebelah barat jalan masjid Muhammadiyah, ciri khas tarawih 11 rakaat.  Sekaligus bermotto One RW One PAM, se RW cuma ada satu saluran pipa air minum yang dikenal dengan ledeng umum. Bukan ladang, tapi ledeng. E dibaca seperti merantau. Tapi kami bahagia. Setiap pagi dan sore antri untuk mengisi jerigen (jerry can), yang akan berbaris selang seling dengan kendil dan tong dudhu blek blek dudhu tong. Bolak-balik dari pipa air minum ke rumah untuk mengisi jedhing. Sambil menunggu giliran atau -saat debit sangat kecil- menunggu tempat air penuh, tentu saja paling enak bermain dan bercengkrama dengan teman-teman. Atau minimal makan kersen. Woah…aseek…

pembuat-gerabah-ponorogo-370x278

pembuat kendil tanah liat

Bapak pucung dudu watu dudu gunung
saba mu ing sendhang
pencokkan mu mlambung kere
prapteng wisma si pucung mutah guwaya

Sekarang tahun 2017. Sudah tak perlu lagi bolak-balik berjalan menenteng kendil atau memikul dhuwur mendhem jero blek atau jerigen. Nah, urusan membayar tagihan air minum, selama ini ternyata simbah tetep harus jalan meski sekedar ke Indomaret. Tapi ya tetep aja kasian. Kadangkala sudah sampai kasir, ternyata sistemnya error karena server sedang maintenance seperti server layanan passpor di sebuah negara, atau sekadar mbak kasir  ternyata trainee, salah pencet sampai harus memanggil supervisornya. Maka alangkah senangnya ketika Tokopedia menyediakan layanan pembayaran tagihan air minum AKDP dan AKAP (antar kota antar provinsi, antar kota dalam provinsi). Tinggal ceklik-ceklik, lunaaaas.. Terima kasih Tokopediaaa..

Layanan pembayaran macam-macam tagihan

Layanan pembayaran macam-macam tagihan dari Tokopedia

Perkembangan berbagai e-commerce dari semula hanya  dikenal sekedar onlen shop tempat jualan barang bekas namun menjadi gateway bermacam-macam layanan barang dan jasa tentu saja harus disambut baik karena memberikan berbagai kemudahan bagi para penggunanya. Tidak perlu gelagapan karena bingung cara menarik pendapatan negara dari para pelaku e-commerce ini, cukup pastikan bahwa aktivitas di dalam nya legal dan tidak melanggar aturan perundang-undangan yang berlaku, maka daya ungkit terhadap aktivitas ekonomi akan membesar. Ilustrasinya ya membayar tagihan air minum di Semarang yang dilakukan di Pulogebang.  Apa saja yang terlibat ?

  1. buka situs Tokopedia di laptop yang dicharge dengan listrik  (bayar listrik ke PT PLN)
  2. laptopnya ada stiker BMN (belanja modal pemerintah pusat)
  3. koneksi internet. kadang pake layanan kabel, kadang beli paket data (jasa komunikasi)
  4. server Tokopedia berkomunikasi dengan server PDAM (capital expenditure  – koneksi internet -capex)
  5. payment gateway tokopedia berkomunikasi dengan bank nya PDAM (jasa keuangan – jasa komunikasi)
  6. dst

Itu belum ngitung segelas kopi yang diminum penulis lho ya. Demikian sekilas ngalor ngidul malam ini… Mudah-mudahan kemudahan demi kemudahan ini bisa makin dirasakan oleh rakyat Indonesia, semakin mudah, aman dan nyaman. Jadi I happy, you happy,semua happy, bahagia. Aamiin

This entry was posted in otjehan sagala matjem. Bookmark the permalink.

2 Responses to tentang ledeng umum dan olshop

  1. fnhnf says:

    Aamiin. Tulisannya menyenangkan, Mas. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s